Memulai untuk Mengakhiri

20.58

Kisah ini benar-benar terjadi di waktu lampau 3-4 Tahun lalu

Dilematis itulah kondisi yang saya alami saat itu, ditengah teman-teman se angkatan yang sudah menyibukkan diri dengan mencari judul untuk tugas akhir, saya malah sibuk dengan kegiatan saya di akhir, tidur, makan dan bangun lalu makan lagi. Bukan karena kuliah masi banyak, secara meskipun kita aktivis kampus dulu, perkuliahan kita tetap beres nyaris saja jadi lulusan terbaik andai saja IPK saya ditambah 0.5 point. Kondisi saya, seperti terkena hibernasi saat itu, hidup tapi tak melakukan apa-apa.

Dokumentasi yang sangat usang, di foto tahun 2009, saya masih kuliah semester 2 bisa dilihat bagaimana "style" saya kuliah, jika anda perhatikan dengan seksama anda akan menemukan keanehan dibagian kaki.

Penawaran dari dosen ada, secara siapa yang tidak kenal saya ¾ dosen di fakultas peternakan kenal dengan Isdarmady Syahputra Ritonga (1/4 lagi mungkin samar-samar tidak), selain karena wajah jelek dan rambut saya yang acak-acakan sejak semester awal saya dikenal sebagai mahasiswa yang suka meng”acak-acak” seminar penelitian, presentasi atau tugas orang.

Semata bukan karena, niat mencari popularitas sumpah, jika niat populer kenapa saya tidak mencabuli sapi yang ada dikampus rasanya nama saya akan lebih diingat, tapi murni agar jalannya diskusi yang diharapkan oleh para pengajar kami bisa terlaksana. Pertanyaan saya sebenarnya mudah, tapi karena suara saya keras dan tegas, efek yang ditimbulkan membuat pertanyaan terkesan jadi sulit , karena andil saya biasanya muncul rentetan-rentetan pertanyaan dari teman-teman lain dan saat itu tugas saya telah selesai, saya kembali membuka hape saya dan melanjutkan game yang tertunda, membaca berita. Memecahkan kesunyian saat diskusi memang untuk itulah saya disini.



Kalian harus tau, bahwa dahulu sekali manusia yang kuliah di fakultas peternakan adalah orang-orang pilihan, yah di pilih karena tidak lulus dipilihan lain, survei tidak resmi dari 100 orang mahasiswa baru di fakultas peternakan universitas andalas, 56 mendaftar di pilihan ke-3, 33 di pilihan ke-2, 9 orang di jalur undangan dan 2 orang salah masukkan kode jurusan sewaktu mengisi LJK SNMPTN. Apa gag keren kali itu ?

Karena kondisi itulah suasana perkuliahan berjalan hambar dan sangat-sangat mononton, coba kalian bayangkan dosen sudah cerita panjang lebar dan mahasiswa tidak ada yang selera untuk bertanya, ketika pola mengajar di ubah mahasiswa presentasi dan dosen menjadi juru adil diskusi tak seperti yang diharapkan, untuk itulah muncullah saya sebagai percikan api di tumpahan bensin, tipsnya saat diskusi, tanyalah yang benar-benar ingin anda tau tidak perlu berdebat tentang apa yang sudah anda tahu, posisi diri kita sebagai gelas kosong yang akan diisi air. Dan paling penting pastikan pertanyaan kita akan berdampak pada timbulnya pertanyaan-pertanyaan lain, tidak perlu sulit yang penting pertanyaan jelas dan tidak berlebit belit.

Selain penawaran penelitian dari dosen, banyak teman-teman mahasiswa yang juga mengajak saya untuk join ke grup penelitiannya namun saat itu memang kondisi saya belum 100% peak untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keseriusan tinggi, dan akhirnya waktupun berjalan, mulai ngerasa hati gag nyaman ketika melihat ada rekan se angkatan yang sudah seminar hasil. Lah aku kapan ? bersambung..



          

Artikel Menarik Lainnya

0 komentar

Like us Facebook

Ikuti Saya