Green Street Hooligans (2005) : You stand your ground and fight!.

20.12

Genre : Sport, Drama, Action
IMDB Rating : 7.5/10

Director :
Lexi Alexander; Writers : Lexi Alexander, Dougie Brimson; Stars : Elijah Wood, Charlie Hunnam, Clarie Forlani, Marc Warren, Leo Gregory;
Cerita/ Sinopsis :


Berkisahkan tentang seorang mahasiswa jurnalistik dari Harvard, Matt Buckner (Elijah Wood) yang dikeluarkan dari kampusnya karena dijebak oleh rekan sekamarnya. Matt memutuskan untuk mengunjungi kakak perempuannya Shanoon (Claire Forlani), yang sudah bersuami dengan Steve (Marc Warren). Matt kemudian berteman dengan adik Steve, Pete Dunham (Charlie Hunmam) seorang pendukung fanatik (cendrung hooligansI) klub West Ham dan berkenalan dengan "dunia bawah tanah" suporter sepakbola liga inggris.



Review/ Resensi :


ada 3 aksen inggris yang saya sukai, pertama english-germany, english-france dan british aksen. rasanya menonton film dengan aksen british totall, menambah kegirangan saya saat memutuskan untuk menonton ini, seperti double jakcpot pertama, dapat film dengan aksen yang total hot! kedua, menambah pengetahuan sedikit tentang karakteristik fans para penggemar klub sepakbola di liga inggris, yang dari dulu cenderung terkenal holligans dan brutal. Bagi saya yang penggemar Liverpool FC, sejarah mencatat tragedi Heysel tahun 1985 saat final Liga Champion antara Juventus vs Liverpool terjadi karena ulah para liverpuldian.

Titik tolak dari kisah ini adalah sebuah gengsi antar geng klub sepakbola, di Eropa disebut firm, nah alkisah firm antar klub saling bersaing kuat, dan anehnya bukan dalam bentuk kreativitas dukungan terhadap klub kesayangan tapi dalam kekuatan adu jotos. Benar atau tidaknya dalam kehidupan nyata ? ada benar lebih banyak tidaknya.

ide cerita film ini menarik menurut saya dan masih jarang digunakan, meski adegan fightnya terasa kosong atau kurang berisi, setidaknya mengajarkan bahwa meski berandalan dan tukang berantam, uniknya dikehidupan mereka bukan pengganguran, semua anggota GSE digambarkan mempunyai pekerjaan di kehidupannya, setidaknya teringat apa yang dikatan Pete ke Matt bahwa kita total ke firm, tapi firm tidak membayar kita.

Meski bercerita bertema fans sepak bola sangat disayangkan adegan pertandingan sepakbolanya hanya muncul 1 kali, selebihnya banyak perkelahian antar hooligans terkesan tidak realistis terutama saat bertarung dengan Reds Army di Manchester, *sejak kapan 7 orang melawan 40 orang bisa terlihat pertarungan imbang sekuat apapun para hooligans GSE, terkesan jadi melihat jagoan di Film India*



*Spoiler dibuka*
Ending yang mengecewakan bagi saya, pertama saya berharap sekali endingnya ialah pertarungan firm antara West Ham vs Millwall yang dicerita berjumpa di babak ke-6 Piala FA. Kerenta di kehidupan dunia nyata mereka juga berkonfrontasi, rasanya pas sekali jika endingnya pertarungan antar firm dilakukan di stadion tepat setelah pertandingan berakhir, kemudian pihak FA memutuskan mendiskualifikasi kedua klub dan larangan seumur hidup bagi para hooligans yang terlibat ? (ending cerdas dari saya)

Tapi apa yang saya dapat, konfrontasi dengan hooligans Millwall yang tak lain digambarkan Pete layaknya "israel dan palastine" dilakukan jauh sebelum pertandingan di mulai, tak ada sangkut pautnya dengan sepakbola. ah sudahlah..
*spoiler ditutup*

Banyak adegan drama tak penting bagi saya, terutama masalah "penyusupan jurnalistik" dan "Pengkhianatan", entah kenapa terasa kosong dan tak berisi.

Overall meski kecewa, ini adalah film yang patut ditonton bukan untuk penggemar sepakbola tetapi lebih kepada penggemar fans sepakbola

1 Kutipan yang saya suka 

You Don't Run, Not When You're With Us... You Stand Your Ground And Fight!!!

Artikel Menarik Lainnya

0 komentar

Like us Facebook

Ikuti Saya