Ospek Harus Dihapuskan

13.56

Memasuki akhir di bulan Agustus, dan juga memasuki 10 hari terakhir dibulan suci nan penuh rahmat ini (caelah..) ane akan mengulas suatu hal yang mungkin beberapa atau dalam minggu-minggu ini menjadi minggu susah untuk para mahasiswa angkatan baru di tahun 2010 ini apa itu ? yah bahasa pasarananya yaitu OSPEK, atau pembinaan ataupun kegiatan yang berhubungan dengan seperti itu, kalo dikampus ane Universitas Andalas, nama kegiatannya disebut BAKTI (Bimbingan Aktivitas Kampus Dalam Tradisi Ilmiah), kata “tradisi imliahnya” sedikit mencurigakan kan teman ?


Selanjutnya, ane kembali akan memaparkan sugesti ane (cem bang romi rapael), tentang pendapat ane yang dari dulu sangat menentang kegiataan seperti OSPEK. Meskipun setiap tahun ke tahun, kegiatan ospek semakin baik dan mulai sedikt berkemanusiaan namun tetap saja ane tetap ANTI ama model ospek yang seperti itu... beberapa alasan ane adalah :


  1. 1.Pemborosan, ospek atau apapun namanya “biasanya” membuat para peserta menyediakan atribut-atribut aneh, yang TIDAK ada HIKMAHNYA sema sekali, bahkan hanya menghambur-hamburkan uang. Terlebih lagi, penyediaan atribut ini sangat merepotkan bagi mahasiswa yang jauh dari orang tua apalagi mahasiswa perantauan, bayangkan aja untuk pengadaan atribut itu setahu pengalaman ane menghabiskan 3 hari untuk uang makan.


  2. 2. Generasi Alumni Ospek secara langsung atau tidak langsung menghasilkan mahasiswa yang gila kekuasaan (untuk senior) yang menganggap para bawahan sebagai budaknya. (akibatnya terciptalah generasi doyan korupsi).

3. Ketika kita berada dalam kekuasaan, maka secara langsung atau tidak langsung kita akan dengan kekerasan, maka tak heran para panitia yang tidak biasa diberi wewenang/kekuasaan maka akan memanfaatkannya melakukan kekeraan fisik maupun psikis kepada lawan-lawannya (angkatan baru).

4. Tidak dapat kita pungkiri bersama, OSPEK (ataupun apapun namanya) bagi para senior terhadap perlakuan para seniornya terdahulu, sehingga terciptalah rentetan dendam yang kelak dapat meletus sewaktu-waktu. (namun, pengalaman ane dari tahun ke tahun, ospek semakin berprikemanusiaan, akibatnya senior/para panita terkadang kecewa karena merasa tidak adil, akibatnya bukan terjadi keharmonisan malah terjadi kerenggangan hubungan.

5. Penyelenggaraan Ospek menurut saya juga hanya bentuk militerisasi di dunia kampus, sangat munafik ketika mahasiswa turun ke jalan dan berteriak Anti Militer, tapi malah doyan membudidayakan untuk kemaslahatan oknum tertentu.

6. Semua mahasiswa sepakat bahwa “ospek suram dilakukan namun indah dikenang” ini merupakan bukti bahwa mahasiswa tidak menginginkan OSPEK dalam kehidupan mahasiswa.

7. Setiap orang memiliki kerentatan psikologis yang berbeda-beda, sehingga hukuman yang seenak udel ataupun perlakuan mental pada OSPEK dapat menimbulkan suatu trauma, bagi mahasiswa tertentu.
Contoh :
“ada mahasiswa yang sudah sering mengalami tekanan psikologis, karena dia sering ikut kegiatan seperti Pecinta Alam, Ormas-Ormas, dll, Namun ada mahasiswa yang semasa hidupnya tidak pernah mengalami tekanan psikologis karena hidup nyaman atau nongkrong di WC jadi ketika mengalami ospek dan dia TRAUMA akhirnya mengalami abnormalitas jiwa dan akhirnya divonis dokter terkena impoten dan berakhir tragis dengan gantung diri.”

8. Tanpa di buat menderita di OSPEK, mahasiswa juga bakal saling kenal mengenal Bukan ?

Beberapa argumen ane, tadi mungkin cukup agar sistem seperti itu dihapuskan dari BUMI ini...
Ospek tujuan umumnya ada 2 hal,
1. Memberikan Informasi tentang hal-hal yang berkaitan tentang kampus, baik tentang organisasi, para pemimpin dikampus serta orang yang cakep dan menjadi idola di kampus.
2. Membuat para civitas akademik kampus terutama para mahasiswa saling mengenal.
Solusi untuk mencapai 2 hal pokok diatas adalah ?

Akan ane bahas di posting berikutnya....
Wasalam.... huhuhu..

Artikel Menarik Lainnya

7 komentar

  1. salam sahabat
    kalau memang terealisasi terhapus semoga keadaan membaik lah

    BalasHapus
  2. Hmmm.... jdi inget waktu jdi Mahasiswa dulu.....
    Semangat Sobat... Perjuangan masih panjang

    BalasHapus
  3. bagus.... saya jgaga suka sama sistem ospek yang lebih menjurus ke perploncoan bkn ke perkenalan lingkungan kmpus yang sbenarnya....
    ane stuju pnadapat nt...

    BalasHapus
  4. bagus karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri kebinatangan... ya kan?? ya kan??

    BalasHapus
  5. bro........ nanti setelah lulus anda akan tahu gunanya ospek. ospek yang baik tanpa kekerasan fisik, kekerasan mental nanti anda rasakan ketika anda bekerja. tapi itu memang tergantung civitas akademika anda.

    BalasHapus
  6. Wakaakakkakkak,,....

    Mantap Dar, koq gak ngeblog lagi sih,..
    Mampir ke website aq ya bro,..

    http://www.igopage.com/

    Jun

    BalasHapus
  7. Saya sangat setuju, mahasiswa itu membutuhkan intelejensi, bukan kebrutalan.. parah ospek sekarang, sudah tidak sesuai dengan konsep yang semestinya

    BalasHapus

Like us Facebook

Ikuti Saya