Jangan Salahkan Gempa

13.06

Kali ini gue mau cerita tentang dilematika selama menjalani hidup beberapa hari ini. Penuh intrik, dan banyak banget kejadian yang akan gue rangkum dalam 1 posting d blog ini. Oke, tapi sebelum nya gue mau ngucapin selamat atas di lantiknya Presiden dan Wapres kita yaitu Sby-Boediono sampai 2014, semoga dapat menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat. Dan kita sebagai rakyat harus memberikan dukungan kepada pemimpin dan pemerintah untuk kesuksesan Republik yang kita cintai ini. Minimal kalo kita tidak bisa melakukan apa-apa, yah ikuti aja dulu program pemerintah kalo ngak sesuai baru ntar kita rame-rame bakar ban, bakar ayam atau pun bakar sandal.... Oke back to nature,

Udah 20 hari pasca gempa di Padang, pembahasan para homo sapiens di Padang, masih bertemakan gempa, gempa dan gempa, bahkan popularitas tema gempa ini masih tetap dimintai walaupun ada berita tentang keberhasilan Densus 88, menangkap syaefudin zaelani, yang merupakan salah satu anggota teroris juga ataupun tentang tema siapa bakal menteri kelak.

Nah, gempa juga menjadi kambing hitam

dalam aktivitas perkuliahan di Universitas Andalas, banyak mahasiswa, dosen dan pegawai “mengatasnamakan” gempa untuk segala macam alasan urusan seperti. Perpustakaan yang buka hanya dari jam 10 ampe jam 12 dengan alasan trauma gempa!. Truz mahasiswa yang tidak mengerjakan tugasnya dengan alasan gempa juga!!!. Namun secara faktanya, gempa juga berakibat akitivitas perkuliahan memang terganggu, diberbagai gedung kuliah bersama dan fakultas menjadi terganggu, karena hampir semua lantai 2 di semua gedung universitas andalas sedang direnovasi akibatnya perkuliahan kami terpaksa terbang dari gedung yang satu dan gedung yang laen. Namun kami beruntung karena diberbagai fakultas laen mereka belajar menggunakan tenda, yang menurut gue lebih kelihatan seperti orang pesta daripada belajar..

Masih tentang gempa juga, efek dari gempa (meski tak gue rasakan) membuat gue sering mengecek kaca di ruang gedung tempat gue kuliah (antara lain F 1.9 dan A 1.1), tujuan gue jika ada gempa pas perkuliahan berlangsung gue akan keluar dengan memecahkan kaca biar dramatis dan mensalurkan hobi gue sebagai perusak barang becah belah. Nah ngomonging gempa selain gempa 2004 di aceh dan gempa 2005 di nias, yang gue rasakan dan berkenan banget.Gue ingat saat kelas 3 smp ada 2 moment gempa yang ngak bisa gue lupakan, yaitu

Pertama, gempa saat pelajaran bahasa indonesia kelas 3 smp (gue smp di smp 9 medan) nah saat itu tiba-tiba ibu lisna (guru b.indo) ngomong “kok ibu oyong yah ?” disambut beberapa sambutan khas siswi perempuan. Dan serentak para homo sapiens di kelas gue keluar, dan gue yang saat itu duduk disamping jendela, langsung loncat keluar padahalan sumpah demi Allah, gue ngak ngerasakan gempa sedikitpun tapi biar kesannya dramatis gitu, gue memanfaatkan tinggi badan untuk melakukan sebuah gerakan akrobatik dan happ!!! Lalu ditangkap (cicak-cicak didinding mode on).. dan gue pun sukses keluar diiringi decak kagum para teman-teman gue (ngak tau deh ntah kagum atau menganggap gue sedemikian tolol).

Kedua, yang inilah gempa yang kelak mengubah diri gue secara perlahan namun pasti, gue ingat banget saat gue smp kelas 3 lagi musim-musimnya judi pe’es (laga bendera, kalo yang pernah maen pasti ngerti deh payah menjelaskannya) nah, ditengah suasana yang memanas dan uang sudah bertebar di depan pe’es, ada 7-8 siswa smp 9 termasuk gue (yang gue ingat, na’en, dibyo, domi, kiki, surya gp, ari tengik). Kemudian terdengar suara jeritan dari yang punya pe’es “woi, yang maen judi! Kalian ngak ada ngerasain gempa ?”. langsung aja gue liat lampu philips bergoyang-goyang, tanpa dikomando, semua langsung keluar meninggalkan uang – uang mereka. Dan setelah itu langsung membubarkan diri.

Nah, sejak saat itu gue memutuskan untuk TIDAK BERJUDI lagi!!!!, meski saat itu bisa dibilang gue lagi masa-masa jayanya karena hampir 1 smp 9 ngak bisa ngalahin gue. Gue putuskan pensiun dini. Karena gue membayangkan, tidak usalah pertanggung jawaban di kubur nanti bayangkan aja saat andaikata gue mati ditimpa bangunan saat maen judi kemudian beritanya muncul besar-besar di Kompas dengan headline “7 SISWA SMP DITIMPA BANGUNAN SAAT BERMAIN JUDI” bukan gue aja yang malu 1 keluarahan gue juga akan malu karena gue. Untuk itulah gue putuskan di sma dan sampe kuliah berhenti untuk melakukan praktek perjudian, meski saat kelas 1 dan 2 sma masih ada walaupun sedikit tapi Allhamdulilah di kelas tiga ampe kuliah semester 3 ini, gue udah mengucapkan “SELAMAT TINGGAL” pada dunia perjudian.

Oke, kenapa gue mau repot-repot mengumbar aib gue sendiri yang seharusnya gue tutupi ? tak lain tak bukan karena gue ingin teman-teman mengambil hikmah dibalik musibah yang ada,...... yah sekecil-kecilnya saat musibah pasti kita langsung ingat bahwa ada kekuatan tertinggi diatas manusia yaitu Allah swt (meski saat gempa banyak gue denger cerita bahwa ada sebagian homo sapiens yang bukannya beristigfar tapi malah memaki-maki SBY karena dianggap pembawa bencana.... wkwkwkw aneh banget gan).

oke! terakhir gan semuanya!!! gempa ini berbeda banget dengan banjir bandang, kebakaran ataupun tanah longsor yang biasanya berkaitan oleh ulah "iseng" manusia. seperti yang kita ketahui bersama, bahwa indonesia raya ini adalah surganya gempa, dilihat dari negara republik ini yang berpentuk pulau-pulau, mungkin zaman dahulu gempalah yang memisahkan pulau-pulau itu. nah, kita juga tahu bahwa gempa itu terjadi perDETIK!!!!! liat aja di website bmkg, tapi dengan skala rendah ampe ke tinggi...

nah artinya, menurut gue sendiri gempa adalah cara Allah swt menstabilkan bumi ini, atau bagi manusia yang atheis mungkin berpendapat, bahwa gempa adalah cara bumi menstabilkan dirinya. dan kita sebenarnya sangat SALAH jika berharap ini merupakan gempa terakhir. gempa itu sebenarnya mirip ama proses alam terjadinya siang maupun malam, namun karena gempa yang terasa kuat mungkin terasa sesekali aja.

Wallahu a’lam bishawab

semoga kita bisa mengambil hikmah dari smeua yang terjadi di DUNIA ini,....


Artikel Menarik Lainnya

3 komentar

  1. siip... kita ambil hikmahnya bos..

    BalasHapus
  2. Memang mungkin masih akan ada gempa2 yang lain, dalam rangka lempeng bumi mencapai kestabilan, tapi tidak ada salahnya pula kita mohonkan kepada Nya, kiranya kesetabilan itu bisa tercapai tanpa menimbulkan bencana dan malapetaka, karena jika Dia menghendaki apapun bisa terjadi.

    BalasHapus
  3. siap gan, semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya...

    BalasHapus

Like us Facebook

Ikuti Saya