Belajar Mencintai Orang Lain

09.57

Belakangan hari ini rasanya gue lagi "on fire" banget, semuanya gue lakukan dengan penuh semangat dari mulai belajar, berkombur-kombur, mengota-ngota, mencuci namun ada 1 yang terus gagal gue lakukan yaitu BERESIN BLOG gue, baru aja gue ngecek trafick blog gue, ternyata belakangan hari ini cuma dikunjungi sekitar 50an visitor padahal dulu sempat rata-rata 150 visitor. hal ini dikarenakan karena si Laptop acer aspire 4730z kesayangan gue, di"gilir" ma kawan-kawan di wisma, dari mulai dipake nonton film dibuat ngerjain tugas, buat presentasi ampe dibuat untuk mukul nyamuk (wkwkwkkw). inilah resiko mahasiswa rantau, harus siap berbagai dalam suka ataupun suka.

Oke, posting gue kali ini tentang bagaimana Rasulullah Saw meredam nafsu pemuda yang sedang bergelora. yuk kita baca dar kita curi hikmahnya....

Suatu hari ketika Rasulullah SAW duduk di antara para sahabatnya, datanglah seorang pemuda dengan agak tergesa-gesa. Sebagai seorang pemuda yang sedang bergelora, ia sering terjerumus ke hal-hal yang negatif, yaitu perbuatan zina. Ia tahu bahwa perbuatan seperti itu tidak pantas dilakukan, tetapi ia merasa sulit untuk mengatasi gelora nafsunya. Pemuda itu berkata, ''Wahai Rasulullah SAW, izinkanlah aku melakukan perbuatan zina.'' Gemparlah majelis Rasulullah SAW itu. Untuk apa pemuda itu menanyakan sesuat yang sudah jelas jawabannya, demikian kata mereka yang hadir. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang mencibir pertanyan pemuda itu.


Namun, Nabi Muhammad tetap bijaksana dalam menanggapi pertanyaan pemuda itu. Rasulullah berkata kepada para sahabat, ''Suruhlah pemuda itu mendekatiku.'' Maka pemuda itu pun mendekati beliau. Setelah pemuda itu duduk di dekat beliau, maka dengan lembut Rasulullah SAW berkata kepadanya, ''Wahai anak muda, apakah kamu suka bila perzinaan itu dilakukan atas diri ibumu?'' Ia menjawab, ''Tidak. Demi Allah, biarlah Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.'' Beliau bersabda, ''Nah! Demikian perasaan orang lain, ia juga tidak suka bila hal itu terjadi pada diri ibunya.'' Rasulullah SAW berkata, ''Wahai anak muda, apakah kamu rela bila hal itu terjadi atas diri putrimu?


'' Ia menjawab, ''Tidak. Demi Allah, biarlah Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.'' Beliau bersabda, ''Nah! Orang lain pun demikian, ia tentu tidak rela bila hal itu terjadi pada diri putrinya.'' Rasulullah SAW mengajukan pertanyaan serupa jika hal itu menimpa bibi ataupun saudara perempuannya. Pemuda itu mengemukakan jawaban yang sama. Rasulullah SAW bersabda, ''Wahai anak muda, ketahuilah bahwa tidak seorang pun yang rela terhadap perbuatan yang menodai kehormatan keluarganya.'' Kemudian beliau meletakkan tangan beliau pada pemuda tersebut seraya berkata, ''Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan peliharalah kemaluannya.


'' Sesudah kejadian itu, pemuda tersebut tidak pernah lagi melakukan perbuatan yang menodai kehormatan orang lain. (HR. Ahmad). Egoisme adalah bagian dari fitrah manusia yang tidak mungkin dihilangkan, untuk itu perlu dikendalikan dengan rasa cinta terhadap sesamanya. Sebab, jika tidak, ia akan melahirkan bencana kemanusiaan. Pemerkosaan, pencurian, perampokan, pembunuhan, dan korupsi itu terjadi karena pelakunya tidak berpikir seandainya yang menjadi korban tindakannya itu adalah dirinya sendiri atau keluarganya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda, ''Salah seorang di antara kalian belum dikatakan beriman yang sebenarnya sebelum ia mencintai saudaranya (orang lain) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.'' (HR Bukhari).

oke, sip ngak ????

Artikel Menarik Lainnya

9 komentar

  1. salam sobat
    setuju sobat,,belajar mencintai orang lain dahulu,,,
    kalau kita ingin dicintai orang lain juga.

    BalasHapus
  2. bagus bro.. emang kita harus saling mencintai sesama manusia

    BalasHapus
  3. oke sip deh, mudah2n tdk sekedar dibaca tapi diamalkan yah ;)

    BalasHapus
  4. Cerita yang sangat menarik sobat untuk renungan kita, pemuda itu bagus sudah mau bertobat karena Allah tidak suka pada hambanya yang tidak mau berubah kelakuannya.

    BalasHapus
  5. Siip bgttt....
    belajarlah untuk mencintai orang lain....

    BalasHapus
  6. truslah menulis :)

    BalasHapus

Like us Facebook

Ikuti Saya