Faterna Unand, our best choice!!!!!!

12.01

Tulisan dari seorang mahasiswa fakultas peternakan …….. atas jeritan perutnya..

Teman-teman semua, gue sekarang berstatus sebagai mahasiswa di fak.peternakan unand, padang. Mendengar kata peternakan, tentu temen2 pasti rada sensi atau semacemnya…
Mungkin seperti ini :
“cocoklah lu kan macem sapi” atau “pasti lu ngak diterima di fak lainnya?”
Atau paling sadis, “mau jadi apa lu dar ?”


Ok. Jujur pertama gue ngak bangga di fakultas ini, ini terlebih karna pilihan bokap gue padahal gue ngotot pengen di fisika (mski tampang pas2an, gue dulu sempet ikut olimpiade). Tapi bos berkata
“anakku… kini malammu telah datang siangmu telah berlalu” (ok canda)
Begini katanya
“nang(pnngaln gue mksudnya lanang), kita sekarang masih impor ternak bapak pengen kamulah yang menyelesaikan persoalan tersebut”

Seakan mendapat hidayah…
Gue pun bersemangat. Tapi dalam hati gue berpikir
(mungkin neh cara bokap gue ngusir yah…)

Ok..
Akhirnya gue lulus,
Dan berita itu tersebar ke teman2 gue,,,,
Begini kutipan perkataan mereka ke gue (ini kisah nyata)

Fahrul’rozzy (t.mesin usu) : “dar, lu lulus di mana ?”
Gue : unand, jur. Peternakan (jwb gue stngh matang (mank telor)
Dia : hahahahahaha…………….(tawanya menghina)

Roni (t.mesin polmed) : “dar, lu lulus di unand yah jurusan apa ?”
Gue : peternakan unand coy…
Roni : cocoklah kau kan macem kambing,,,,

Ervi (psikologi’usu) : “dar, kata ovie lulus di unand yagh ? jurusan apa ?”
Gue : peternakan unand
Ervi : hihihihihihi (tawa khas neng kunti), mank gak ada pilihan lain ?

Dan ini kutipan ketika gue mau meninggalkan pacar gue yang di medan
Gue : “yang, ini demi massa depan kita”
Pacar gue : “masa depan kok di peternakan”



Ok..
Masih banyak yang lain…
Hanya nenek gue yang senang banget (ntah apa sebabnya)


Nah….
Dulu gue juga agak sinis..
Tapi sekarang gue tahu bahwa

FAKTA Negara Indonesia :

indonesia masih melakukan impor ternak sapi 450,000 ekor/tahun
daging dan jeroan 42 ribu ton,
susu, mentega, keju : 170 ribu ton setiap tahunnya.

IRONIS BUKAN
ini terjadi di negeri indonesia telah lama dikenal sebagai negara agraris yang sangat subur.

ckckck!!!!

pikirkan, renungkan, dan ACTION

dan ini tugas besar para bukan hanya tugas sarjana peternakan dan insinyur peternakan saja, tapi tugas bangsa ini…

Gue Bangga Di Peternakan!!!!!
Hidup Ternak Indonesia..
Hidup kambing
Hidup sapi…
Hidup ayam…

Takbir untuk peternakan…
ALLAH AKBAR!!!!

(dar, mau kampanye yah ????)



Artikel Menarik Lainnya

9 komentar

  1. pokoke mju terus pantang mundur..."lanjutkan...!!!!

    BalasHapus
  2. yosh..maju terus..pesen ane pentingin dl prdksi susu,br yg lainnya.crnya:krja sm sm prtanian buat bibit rumput unggul..

    BalasHapus
  3. lanjutkan dar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! sama2 kita berjuang di kelas oce frend!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(komting kelas)

    BalasHapus
  4. :)) :)) LuCu-Na... Tapi DiKit terHaRu jG... Bis Nya dPet CoMent y9 jeLEk terUS dri TemeN2-Nya

    BalasHapus
  5. M. Lumbantoruan2 Oktober 2009 13.57

    Jangan bergeming oleh komentar mereka dek. Dugaan saya "teman-temanmu yang berkomentar miring itu:

    (1) karena baru menyandang status sebagai mahasiswa, wawasannya masih sempit - mungkin belum sampai selebar daun kelor. Mudah-mudahan 1 - 2 tahun ke depan mereka sudah mampu memahami makna "berpikir atau bekerjasama secara lintas sektoral" sehingga bisa mengapresiasi peran masing-masing sektor/ subsektor dalam pembangunan suatu bangsa.

    2) menu makan sehari-hari mereka didominasi oleh "lauk nabati" tapi minim sumber "protein hewani". Kalaupun mereka sering ke CFC, KFC, Wong Solo, Lembur Kuring atau yang sejenis mungkin itu lebih didorong oleh sifat latah alias ikut-ikutan - takut dibilang "ketinggalan mode" - bukan dalam kerangka pemenuhan apalagi perbaikan gizi. Paling banter untuk "memuaskan lidah".

    3) pengeluaran mereka untuk pulsa dan/atau "main game online di P Bulan" bisa mencapai ratusan ribu sebulan tapi nol besar untuk beli susu.

    4) mereka (Harapan saya: mudah-mudahan tidak)sering-sering nongkrong di warnet yang menawarkan PAHE "Hanya Rp 20.000 dari jam 10.00 - jam 06.00" lalu setelah itu bolos kuliah atau kalaupun masuk tapi terkantuk-kantuk.

    5) Untuk “masa depan kok di peternakan”: akan lebih parah dampaknya bila pandangannya yang kayak itu adek tau setelah kalian "jadi".


    Pesan saya: "Be yourself" dan "jangan asal lulus"


    Salam Peternak

    M. Lumbantoruan
    sitotasnambur@gmail.com

    NB. Bila sudah kembali ke kampus:
    - Titip salam dan simpati buat semua keluarga
    Besar Universitas Andalas Padang, khususnya
    Faterna. Semoga Tuhan menguatkan mereka semua
    atas cobaan yang diberikanNya.
    - Salam khusus buat Pak Fuad M, Pak Maslon V,
    Bu F. Agustin Bapak J. Pinem, Bapak S. Anwar,
    Bapak Rusdi S dan yang lain.

    BalasHapus
  6. Terkait dengan komentar saya nomor 5), sempatkan berkunjung ke http://www.dijoudoaumulak.wordpress.com


    M. Lumbantoruan

    BalasHapus
  7. @M. Lumbantoruan : HORAS PAK!!!
    senang sekali tulisan saya dikomentari langsung oleh pakarnya....

    Bapak Alumni Fakultas peternakan unand yah ??? kalo iya.. angkatan brapa ??

    alhamdulilah saya udah menemukan motivasi yang teman-teman saya tak memiliknya.... hehe

    kalo nomor 5 kurang mengerti dengan maksud bapk neh..

    BalasHapus
  8. Saya alumnus Faterna Unand, angkatan 80. Teman seangkatan saya antara lain pak Fuad M., pak Maslon P., Ibu Fauziah A. Pak Zafrinur (dekan sekarang) satu tahun di atas saya tapi kami pernah sama-sama "nyambi" ikut proyek sama Bapak Surya Anwar.

    Tentang No. 5: Baguslah kalau sejak awal sudah ketahuan "belang"-nya (baca: sikapnya) jadi adek juga bisa ambil sikap. Ingat, di belakang orang-orang sukses biasanya ada "pasangan" dan/atau "pasukan" yang selalau siap mendukung.

    BalasHapus
  9. @dijoudoaumulak : wah.... alumni lama toh pak... sekarang kerja dmana pak ?? udah jadi dosen atau pengusaha neh ????

    mank... itulah pak.. setelah dia ngomong itu ngak berapa lama putus kami pak..

    BalasHapus

Like us Facebook

Ikuti Saya